MASIH SEPUTAR RIBA
Jika dipandang dari sudut bhw MMM menggunakan jasa perbankan dalam operasionalnya, dan perbankan dinilai riba maka jatuh pada hukum sebab akibat ya riba.
tapi dari sudut pandang cara kerja MMM dimana beberapa org mengatakan riba massal ya syah2 aja mrk berpendapat. krn sesuatu itu selalu kontroversi. bank jg kontroversi riba tidaknya. "Perbedaan pendapat itu rohmat".
Beberapa kategori sebuah sistem keuangan msk ke dalam bab riba diantaranya:
- AKAD.Saya meminjamkan 1jt ke anda, lalu saya minta bln depan balikin 1.3jt maka itu riba. Tapi... jika saya TIDAK memintanya dan anda pengertian sbg tanda trmakasih 1.3jt bln depan maka itu tidak termasuk riba.
- NIAT.SBY umumkan bulan depan BBM akan naik mjd 7.500 sdg kan sekrg tgl 16 hrg BBM 6.500. seorang cukong berduit memonopoli pembelian BBM bln ini dg harapan bs jual dg hrg 7.500 maka itu masuk pada bab riba.
KASUS A:-----------Saya: bang becak, antar saya ke monas donk.Tkg becak: okSaya: sesampai di monas sy bayar 20.000Tkg becak: duh kurang mas, 25.000 ongkosnya.Saya: hadduh........... biaasa 20.000 koq?Tkg bcak: iya mas skrg uda naik.Saya: dg kesal, tambahin lagi 5.000
KASUS B:-----------Saya: bang becak, antar saya ke monas donk. Brp ongkosnya bg?Tkg becak: 25.000Saya: duh... biasanya 20.000 lohTkg becak: iya mas skrg uda naik.Saya: oklah kalo gt. lalu saya bayar 25.000
Dari 2 kasus diatas KASUS A tidak syar'i krn ada yg merasa dirugikan dan tanpa akad saling ridho terlebih dahulu. KASUS B tidak ada yg merasa dirugikan, semua sama2 ridho. Walaupun dari kedua KASUS tersebut, SAYA tetap bayar 25.000. tp pada KASUS A saya kecewa, dongkol sedangkan pada kasus B saya ikhlas dan ridho, itulah syar'i.
Secara umum jk kt korelasikan pada MMM project, hemat saya tidak masuk pada BAB RIBA stidaknya dg beberapa analisa dasar:
1. Pada MMM tidak ada yg merasa dirugikan.2. AKAD di MMM jelas adalah MEMBERI BANTUAN bukan PINJAM MEMINJAM.3. Penerimaan bantuan 130% atau lebih bukanlah dari orang yg kt beri bantuan pd bulan lalu melainkan orang lain. Dan kita tidak pernah meminta 130% itu. Tapi system yg menyediakan. Orang yg memberi bantuan kepada kita jg tidak merasa ia memberikan manfaat 130% krn SHARE bantuan. Yang dalam ilmu asuransi syariah disebut dengan RISK SHARING. Jadi kalo di MMM bolehlah kt sebut dengan HELP SHARING.
Jika saya hari ini saya sedekah 1jt dan sesuasi janji ALLOH akan dikembalilkan lebih dari 100% dari jalan dan bentuk yg tidak terduga. Skiranya secara matematika Alloh balas setiap sedekah 700% nilainya, maka apakah hal tersebut dikategorikan sbg riba dg alasan adanya pertambahan nilai? Dalam kasus ini MMM adalah sebuah sistem spt analogi Alloh kasi bantuan. bedanya sistem ini buatan manusia yg walaupun kt tidak tahu jelas apa agamanya.
Sekalipun suatu ketika MMM tutup, sehingga nilai bantuan kt tdk terbalaskan sesuai harapan 130% maka juga tidak menyalahi, bukankah akad awal di MMM kita memberi bantuan? dan bukan sebuah investasi sehingga harus menghasilkan 130%.
jadi point akhirnya adalah: KASI BANTUAN di komunitas MMM dengan ikhlas semampunya dan jangan memaksakan diri apalagi serakah. Kasi bantuan sebanyak anda siap kehilangan. Jika ideologi MMM yg mendasar ini dilanggar dan suatu ketika terjadi hal terburuk maka mmg jelas yg ada kecewa, jk kecewa dan merasa dirugikan maka betul bs dikategorikan pada RIBA mengingat ada yg merasa dirugikan. Namun kembalil pada esensi dasar bahwa kecewanya dia adalah krn ulah dia sendiri. Krn dianya SALAH NIAT. Akad MMM mmg memberi bantuan tp niatnya dia DAPAT PROFIT 130%. Walaupun tidak menafikan mungkin sebagian kita bahkan saya sendiri demikian halnya.
Pak... akad di MMM jelas adalah KASI BANTUAN niatkan saja SODAQOH jadi kudu ikhlash. Jual sapi bapak skrg bln depan beli lagi sapi baru + profit 30%. Jika MMM tutup ya sudah ikhlaskan saja sapi tsb krn toh... bapak lahirpun tdk bersama sapi bukan? Lah jk bpk lahir bersama sapi dan kemudian sapi bapak hilang krn MMM maka bpik boleh komplin donk... hehe... kidding.
Kalo niat bapak jelas dalam hati bpak niatkan SEDEKAH.... dan kemudian hilang di MMM maka pasti ALLOH akan balas dan ganti uang tsb berlipat2. Krn sedekah tidak harus pada fakir miskin sebagaimana bhw participant MMM tidak semua miskin. Tidak semua participant MMM butuh bantuan melainkan tujuan profit. tapi ya sudahlah itu mereka. Kembali: PERBAIKI NIAT! Kalo akad uda jelas.
Skrg MMM msh main tenis, beberapa new participant takut terulang hal sama sbgmana mrk anggap MMM spt BO dan HYIP lainnya krn mmg rata2 participant MMM ex-HYIPer. Ya sudah, yg takut mundur. Yg berani lanjut...
Kalo ada yang tidak sependapat ya monggo, hak semua utk beda pendapat. Wong... kt lahir dari rahim yg beda, latar belakang keluarga beda, pendidikan beda dsb masak pendapat mau sama dan harus sama semua ya ga dunk... Ga usah berdebat! cocok jalanin, ga cocok tinggalin. Beres... wong gt aja koq repot...
Selebihnya WALLOHUA'LAM BISSOWAB..."antum a'lamu biumuriddunyakum" = kamu lebih mengetahui urusan duniamu.
LL MMM ..... :)
0 komentar:
Posting Komentar